Minggu, 27 September 2020

 

Mengenal Virtual Reality : Definisi, Cara Kerja, Contohnya

Jika dulu kita bermain games hanya dengan nintendo ataupun playstation dan memanfaatkan layar atau televisi sebagai tempat untuk menampilkan karakter yang muncul. Kini, anda tidak perlu repot – repot lagi mengupgrade perlengkapan games anda.

Teknologi canggih virtual reality memang sudah mendapat pasaran di Indonesia. Bagaimana tidak, Kini teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk model belajar dan bermain games.

Bahkan, teknologi ini sangat cocok untuk diajarkan pada anak usia dini. Agar bisa mengenal berbagai jenis binatang, wisata, makanan  hingga pembelajaran. Karena Virtual reality ini berbentuk seperti Animasi 3 Dimensi.

Apa Itu Virtual Reality ?


Virtual reality merupakan sebuah teknologi yang membuat pengguna atau user dapat berinteraksi dengan lingkungan yang ada dalam dunia maya yang disimulasikan oleh komputer, sehingga pengguna merasa berada di dalam lingkungan tersebut. Di dalam bahasa Indonesia virtual reality dikenal dengan istilah realitas maya.

Pada awalnya teknologi ini seperti Peta Bioskop Aspen, yang diciptakan oleh MIT pada tahun 1977. Programnya adalah suatu simulasi kasar tentang kota Aspen di Colorado, dimana para pemakai bisa mengembara dalam salah satu dari tiga gaya yaitu musim panas, musim dingin, dan poligon.

Dua hal pertama tersebut telah didasarkan pada foto, karena para peneliti benar-benar memotret tiap-tiap pergerakan yang mungkin melalui pandangan jalan kota besar pada kedua musim tersebut, dan yang ketiga adalah suatu model dasar 3 dimensi kota besar.

Pada tahun 1980, kemudian berganti nama dengan Virtual Reality yang dipopulerkan oleh Jaron Lanier, salah satu pelopor modern dari bidang tersebut. Lanier yang telah mendirikan perusahaan VPL Riset pada tahun 1985. Sebenarnya VR sudah dikembangkan cukup lama, tepatnya mulai dari tahun 1800-an. Berikut ditampilkan sejarah VR dari awal hingga saat ini.

Pertama tahun 1800, Mulai muncul ide untuk membuat sebuah alternatif realitas seiring dengan mulai munculnya praktek fotografi. Kedua tahun 1838, Pada proses pengembangannya, ditemukan stereoskop pertama yang menggunakan dua cermin kembar untuk memproyeksikan sebuah gambar.

Ketiga tahun 1839 , Stereoskop tersebut dikembangkan menjadi View-Master dan kemudian dipatenkan satu abad kemudian pada tahun 1939. Keempat tahun 1956 , Selanjutnya Morton Heilig membuat simulasi Sensorama yang dapat membuat penggunanya merasakan suasana lingkungan perkotaan bagaikan dengan menaiki sepeda motor.

Sudah dilengkapi dengan multisensor stimulasi, sehingga penggunanya mampu melihat jalan, mendengar mesin motor berbunyi, merasakan getaran motor, dan mencium bau mesin motor di sebuah dunia yang didesain teknologi.

Keempat tahun 1960,  Morton Heilig kemudian mematenkan peralatan yang dinamakan dengan Telesphere Mask. Banyak investor yang kemudian tertarik bekerjasama. Kelima tahun 1980 Istilah Virtual Reality mulai diperkenalkan  Jaron Lanier, termasuk goggle (kaca mata) dan sarung tangan yang dibutuhkan seseorang untuk merasakan pengalaman VR.

Setelah dikembangkan dari tahun ke tahun, kini VR bisa dinikmati secara luas dengan harga yang ekonomis, menggunakan peralatan berkualitas tinggi yang mudah diakses. Virtual reality bekerja dengan memanipulasi otak manusia sehingga seolah-olah merasakan berbagai hal yang virtual terasa seperti hal yang nyata.

Bisa dibilang, virtual reality merupakan proses penghapusan dunia nyata di sekeliling manusia, kemudian membuat si pengguna merasa tergiring masuk ke dunia virtual yang sama sekali tak bersentuhan dengan dunia nyata.

Baca Juga : 5 Cara Untuk Menikmati Virtual Reality

 

Cara Kerja Virtual Reality


Cara Kerja dari Virtual Reality ini ialah dimulai dengan user melihat suatu dunia semu yang sebenarnya merupakan gambar-gambar dinamis hasil dari simulasi komputer. Kemudian melalui  alat bebentuk seperti kacamata Virtual Reality ini seorang user dapat berinteraksi dengan dunia semu dan mendapatkan umpan balik yang seolah-olah nyata, baik secara fisik maupun fiksi.

 

Kekurangan dari Virtual Reality

Kekurangan pada Virtual Reality ini ialah bagi penggunanya mungkin mengalami perasaan kehilangan realitas dan perasaan isolasi saat mereka berinteraksi dengan dunia buatan, bukannya dunia nyata dengan orang sungguhan. Akhirnya, virtual reality dapat meningkatkan pengangguran, lebih sedikit orang yang diperlukan untuk merancang proyek-proyek .

 

Kelebihan dari Virtual Reality

Banyak sekali keuntungan menggunakan virtual reality, pekerjaan yang dari susah dapat di jadikan mudah dengan menggunakan berbagai macam aspek dari komputer misalnya seperti merancang sesuatu bangunan seperti gedung, hotel dan rancangan denah rumah.

Melakukan beberapa latihan yang rumit seperti latihan menerbangkan pesawat bisa kita lakukan dengan stimulator. Dan game. virtual reality bisa dijadikan pelarian bagi beberapa orang yang sudah penat dengan masalah di dunia realitas , misal seperti Second Life, the sims , dan fable.

Itulah informasi mengenai Virtual reality. Untuk tetap mendapatkan informasi seputar teknologi terkini tetap pantau postingan dari Course-Net. Dan untuk kamu yang ingin mendalami dunia teknologi, bisa bergabung bersama Course-Net dengan mengikuti pelatihan-pelatihan yang telah disediakan. Seperti pelatihan belajar bahasa mesin hacker misalnya.

Baca Juga : Mengetahui Jenis-Jenis Virtual Private Server (VPS)

 

Contoh Virtual Reality (VR) 


Setelah mengetahui definisi dari Virtual Reality hingga kelebihannya. Berikut ini contoh produk virtual reality :

  1. Cardboard

    Siapa yang tidak kenal dengan alat VR yang dibuat oleh Google. Kamu harus mencobanya. Menariknya, kamu bisa langsung menikmati pengalaman seru tentang dunia VR menggunakan aplikasi ini langsung dari smartphone.
     
    Anda juga dapat menggunakan Google Earth dan menuju tempat tertentu bersama cardboard, melakukan tur ke Versailles serta ditemani pemandu wisata, menonton video, melihat foto dengan sudut 360 derajat bahkan sampai dengan mempelajari artefak budaya.

  2. VRSE

    VRSE merupakan produk VR yang dapat memberikan pengalaman luar biasa. Kamu bisa melihat video dengan sudut 360 derajat serta membawamu ke berbagai tempat dan event menarik seperti berada di New York, menikmati pantai, menikmati video musik dan lain sebagainya.

  3. Cardboard Camera

    Produk ini memiliki keunggulan yaitu dengan mengambil gambar dengan sudut 360 derajat sehingga gambar bisa dilihat dari berbagai sudut. Ketika kamu sedang liburan di tempat menarik, produk VR ini tidak boleh dilewatkan.
     
    Hal ini dikarenakan bukan saja hanya memoto panorama indah dengan sudut 360 derajat melainkan juga dapat merekam suara sehingga kamu bisa merasakan kembali apa yang pernah kamu rasakan saat mengambil gambar tersebut, di lokasi dimana kamu sedang liburan waktu itu.


Kesimpulan dan Penutup 

Perkembangan teknologi secara digital kini tidak hanya dari sisi bisnis online saja, namun pada sisi animasi juga mengalami banyak perkembangan. Salah satunya ialah dengan adanya virtual reality dalam dunia animasi yang membuat semua kalangan dapat menggunakannya.

Virtual Reality merupakan sebuah teknologi yang membuat pengguna atau user dapat berinteraksi dengan lingkungan yang ada dalam dunia maya yang disimulasikan oleh komputer, sehingga pengguna merasa berada di dalam lingkungan tersebut. Di dalam bahasa Indonesia virtual reality dikenal dengan istilah realitas maya.

Dengan demikian anda dapat mempelajari berbagai hal dengan menggunakan animasi 3D ini. Alat Virtual Reality yang berbentuk kacamata ini juga sudah tersedia di berbagai store maupun mall dengan harga yang terjangkau.



Link Video 
    1. Apa Itu Virtual Reality?
      2. Best VR 360 Video 4K Virtual Reality




Rabu, 23 September 2020

Artificial Intelligence

 

Artificial Intelligence Itu Apa Sih? Robot?

 

Jakarta, CNBC Indonesia - Kecerdasan buatan atau bahasa canggihnya Artificial Intelligence (AI) kini sudah diterapkan di kehidupan sekarang, sadar atau tidak. Contoh sederhana, Google Lens. Google Lens merupakan teknologi pengenalan gambar yang dikembangkan oleh Google, yang dirancang untuk memunculkan informasi yang relevan terkait objek yang diidentifikasi menggunakan analisis visual.

Seseorang bisa menggunakan Google Lens ini dengan mengambil gambar baru atau gambar yang sudah tersimpan di ponsel. Hanya tinggal memilih apps Google Lens untuk mengaktifkannya, gambar yang diambil atau sudah ada tadi langsung diteliti oleh Google Lens. Seperti merek atau nama sebuah barang.

Google Lens itu salah satu bentuk kecerdasan buatan yang menurut CEO Google Sundar Pichai cukup memberikan orang kemudahan.

Mengenal lebih jauh soal AI, CNBC Indonesia berkesempatan berbincang dengan Nazim Machresa. Nazim saat ini merupakan AI Services and Business Development dari Renom Infrastruktur Indonesia (GRID Inc.) yang merupakan perusahaan pengembangan AI yang bermarkas di Jepang.

Simak petikan wawancara dengan Nazim yang juga Wasekjen Inovator 4.0 di Jakarta, beberapa waktu lalu :

Apa sih kecerdasan buatan atau AI itu?

Banyak penafsiran harfiah dari terminologi Artificial Intelligence. CNBC Indonesia sendiri pernah memuat artikel yang menafsirkan AI sebagai simulasi kecerdasan manusia dalam mesin yang diprogram untuk berpikir seperti manusia dan meniru tindakannya.

Kalau dielaborasikan lagi, pemrograman untuk membuat simulasi kecerdasan manusia tersebut merupakan bagian dari computer science (ilmu komputer). Jadi bisa dibilang AI adalah science untuk membuat komputer dapat meniru cara berpikir dan bertindak seperti manusia.

Bagaimana perkembangan AI di dunia? Bisa jelaskan secara singkat dan seperti apa AI di Indonesia?

Key drivers perkembangan AI adalah big data dan computing power.

Seperti yang diketahui bahwa untuk dapat 'mengajari' komputer cara berpikir dan bertindak seperti manusia, diperlukan jumlah data yang luar biasa masif (Big Data). Terlebih saat ini komputer juga dapat diprogram untuk dapat mempelajari sendiri data yang diberikan atau disebut 'machine learning'. Dengan demikian semakin banyak data yang diberikan, secara otomatis semakin 'pintar' pula komputer tersebut.

Di era digital dan Internet of Things (IoT) seperti sekarang, di mana semua data dapat terdigitalisasi dan ter-capture dari manapun -bahkan secara real time- tentunya menjadikan AI berkembang sangat pesat diseluruh dunia.

Termasuk di Indonesia, di mana setidaknya setengah dari penduduk Indonesia sudah dapat mengakses internet. Namun tentunya di negara-negara maju yang internet access coverage-nya hampir 100%, perkembangan AI dapat lebih pesat karena semakin banyak (dan biasanya semakin rapi juga) data yang dapat di utilize untuk mengembangkan AI.

Perlu dipahami juga bahwa untuk dapat memproses jumlah data yang luar biasa masif tersebut diperlukan kapasitas komputer atau computing power yang mumpuni. Itulah kenapa AI semakin berkembang pesat disaat perkembangan teknologi menjadikan computing power ini semakin terjangkau. Ditambah lagi dengan berkembangnya teknologi komputasi awan (cloud computing). Computing power untuk mengolah big data dan membuat AI tidak lagi menjadi hal yang mahal.

Ketika hal-hal yang dibutuhkan untuk membuat AI tersebut semakin banyak tersedia dan terjangkau, maka bukan hanya negara maju atau perusahaan besar saja yang berpartisipasi. Di Indonesia sendiri mulai banyak starts up yang menggunakan AI untuk menunjang kegiatan bisnisnya atau bahkan menjadikan AI tersebut sebagai bisnis.

 

Contoh dari AI itu apa saja?
 Karena AI belajar dari data, maka saya buat contohnya berdasarkan data yang digunakan untuk mengembangkan AI tersebut. Paling mudah mengkategorikan data menjadi 2: data yang berupa gambar (visual) dan data non-gambar (teks bahasa atau angka).
Contoh AI yang dapat dibuat dengan data visual misalnya AI untuk menganalisa dan mendeteksi objek dari gambar atau video. Anggap saja ini mengartifisialkan bagaimana mata manusia melihat dan mengenali objek.
Sedangkan contoh AI yang dapat dibuat dengan data non gambar, misalnya AI untuk membalas percakapan (mengartifisialkan manusia berbicara atau mengirim pesan) yang kita kenal sebagai chat/voice/speech bot, dan AI untuk membuat prediksi (mengartifisialkan cara manusia berpikir tentang suatu keadaan dimasa depan dengan menganalisa kondisi dari kurun waktu sebelumnya hingga saat ini).

Adakah aplikasi di ponsel yang telah menggunakan AI atau aplikasi AI itu sendiri?
AI diaplikasikan untuk menunjang aktivitas manusia termasuk aktivitas yang dilakukan di ponsel, umumnya dikenal berupa fitur. Dapat berupa fitur khusus yang ada di ponsel maupun berupa fitur dalam aplikasi lain.
Fitur personal assistant pada I-Phone (Siri) misalnya, menggunakan AI berupa NLP agar dapat memahami bahasa yang diucapkan oleh manusia sehingga dapat mendukung aktivitas penggunanya dalam mengoperasikan ponsel.
Lalu yang menjadi fitur pada aplikasi lain misalnya fitur rekomendasi produk pada aplikasi e-commerce. Rekomendasi yang diberikan dihasilkan dari data perilaku kita selama menggunakan aplikasi tersebut, dipelajari oleh sistem dan diolah menjadi rekomendasi.

Banyak yang menuliskan, AI bisa bikin pengangguran bertambah. Apa anda setuju? Seperti apa tanggapan Anda?
AI dikembangkan untuk menunjang pekerjaan manusia. Kalau dibilang dapat menggantikan sebagian pekerjaan yang saat ini masih dikerjakan oleh manusia, tentu benar. Justru dengan demikian sumber daya yang dimiliki dapat dialokasikan untuk pekerjaan-pekerjaan yang lebih bernilai dibanding sekedar pekerjaan yang repetitif dan klerikal.
Misalnya, jika pengaduan masalah yang sederhana pada customer service dapat ditangani oleh sistem secara otomatis, maka staff customer service yang tersedia dapat lebih cepat dan lebih fokus menangani pengaduan pada masalah yang lebih kompleks.
Selain itu, AI bukan hanya diimplementasikan untuk mengotomasi proses tertentu, teknologi ini membuat banyak sekali peluang dapat dieksplorasi yang tentunya juga menciptakan pekerjaan-pekerjaan baru yang mungkin saat ini pun belum terpikirkan oleh kita. Misalnya, dulu belum ada atau tidak umum dikenal profesi seperti data scientist, business intelligence, scrum master, dan lain-lain yang baru muncul ketika perkembangan teknologi menciptakan peluang baru.


Mau belajar AI harus bagaimana, apa step-stepnya?
Kalau tertarik dengan AI secara teknikal atau ingin menjadi AI engineer bisa dimulai dari mempelajari data science. Sekarang banyak tersedia online course yang interaktif untuk mempelajari data science dari basic, bahkan banyak yang gratis. Setelah cukup memahami ilmu dan prakteknya, mulai ciptakan portofolio dengan bereksperimen pada suatu data set lalu posting hasilnya di open source platform yang memungkinkan hasil kerja kalian ditanggapi oleh komunitas data science seperti GitHub, atau mengikuti kompetisi pada Kaggle.
Kalau sudah ada portfolio akan lebih mudah mendapatkan kesempatan untuk terjun langsung ke perusahaan, misalnya memulai magang sebagai data science. Then, welcome to the jungle

Adakah kendala dalam penerapan AI di Indonesia?
Kendala yang utama kembali pada key drivernya: data. Di Indonesia, masih banyak kita lihat proses bisnis yang dilakukan secara manual di luar sistem sehingga perlu effort lagi untuk memindahkannya menjadi data digital yang dapat diutilisasi menjadi AI. Data culture juga belum menjadi budaya yang umum, jadi masih banyak PR untuk pengelolaan Big Data di Indonesia.
Selain itu, mindset inovasi juga berpengaruh. Jika banyak yang berpikir bahwa tenaga kerja di Indonesia terbilang murah sehingga untuk apa berinvestasi pada teknologi yang (dikira hanya dapat) mengotomasi pekerjaan manusia, maka tentunya akan berpengaruh pada gairah inovasi AI.

Bisa dijelaskan secara singkat, AI apa yang menurut anda paling maju saat ini dan apakah mampu diterapkan di Indonesia?
Well, kalau harus memilih maka menurut saya adalah AI yang dapat menciptakan strategi bahkan mengalahkan strategi yang dibuat manusia. Contoh yang terkenal seperti IBM Deep Blue yang mengalahkan pecatur dunia, juga ada Google Deep Mind untuk permainan Go-nya, bahkan sudah ada AI yang menyaingi kreatifitas manusia dalam hal seni dengan menciptakan lukisan. Padahal sebelumnya saya pikir pekerjaan ter-'aman' dari pesatnya teknologi adalah seniman

Apakah AI tersebut mampu diterapkan di Indonesia, kenapa tidak?

 


Berikut Link Video Pengenalan Belajar Artificial Intelligence

                         https://youtu.be/45cH302yBZA

Selasa, 08 September 2020

Apa Itu Internet of Things?

                       Penerapan IoT dalam Pendidikan

Penerapan IoT dalam Pendidikan - Perkembangan dan penggunaan teknologi telah membawa perubahan yang besar pada dunia pendidikan. Revolusi digital telah menghasilkan implementasi internet di dalam sistem sekolah dengan e-learning. IoT menambahkan dimensi lain pada fenomena ini yang nantinya akan mengubah cara proses kegaitan belajar mengajar dengan memberikan pengalaman pendidikan yang lebih efisien dan mendalam. Data yang didapat dari IoT tersebut bisa membantu dalam pelacakan sumber daya untuk membuat rencana siswa yang lebih baik. IoT dapat digunakan secara efektif di lingkungan sekolah menengah dan universitas, di mana para siswa sudah beralih dari buku teks kertas ke e-book. Dengan sistem IoT maka akan membantu mendeteksi keberadaan siswa di dalam kelas, meniadakan kebutuhan untuk mengambil kehadiran secara manual, sehingga bisa lebih menghemat waktu.

Beberapa penerapan IoT dalam bidang pendidikan di bawah ini bisa dilakukan guna meningkatkan kualitas bagi siswa, guru dan sekolah itu sendiri.

Pembelajaran Interaktif

Saat ini proses belajar tidak hanya terbatas pada pembelajaran dengan kombinasi gambar dan teks tetapi bisa lebih dari itu. Banyak buku teks yang telah digabungkan ke situs berbasis web yang menggabungkan silabus, video, animasi tambahan, penilaian, dan materi lainnya untuk membantu proses pembelajaran. Hal itu akan memberikan perspektif yang lebih luas kepada siswa dalam memperoleh pengetahuan tentang hal-hal baru dengan pemahaman dan interaksi yang lebih baik. 

Keamanan

Dalam setiap lembaga pendidikan pasti akan banyak siswa yang kemudian terbagi-bagi lagi dalam sebuah kelas. Dengan banyaknya siswa tersebut tentu akan sangat sulit memantau mereka satu persatu. Selain itu, siswa di lembaga pendidikan lebih rentan terhadap risiko dan membutuhkan keamanan yang cerdas jika dibandingkan dengan populasi di tempat lain. IoT dapat membantu dalam meningkatkan keamanan sekolah, perguruan tinggi, dan pusat pembelajaran lainnya. Dengan bantuan teknologi seperti penentuan posisi 3D, siswa dapat dipantau 24/7 dan kehadiran mereka dapat dilaporkan pada titik waktu tertentu. Pilihan tombol akan adanya marabahaya juga disediakan oleh teknologi ini dengan adanya peringatan alarm jika diperlukan dan dapat menghentikan terjadinya insiden tak terduga.

Aplikasi Pendidikan

Aplikasi pendidikan yang memanfaatkan IoT dapat dianggap sebagai alat kreatif yang kuat dan mengubah cara kegiatan belajar mengajar. Aplikasi ini juga memungkinkan para guru dan siswa untuk membuat buku teks grafik 3D yang menampilkan video dan memberikan kemampuan untuk membuat catatan. Aplikasi pendidikan tersebut menyediakan banyak fitur yang menawarkan pembelajaran yang menarik dalam proses belajar mengajar.

Meningkatkan Efisiensi

Di beberapa sekolah dan perguruan tinggi, banyak waktu yang dihabiskan untuk kegiatan yang menyita waktu dan akhirnya melenceng dari tujuan utama dari lembaga pendidikan itu sendiri. Misalnya dengan mengecek kehadiran siswa yang harus dilakukan beberapa kali dalam sehari. Selain itu, data ini harus dikirim ke kantor pusat untuk tujuan yang berbeda-beda. Adanya IoT akan membantu sistem yang tidak efisien ini. Dengan bantuan perangkat IoT, data ini dapat dikumpulkan dan dikirim ke server kantor pusat secara otomatis. Ini memungkinkan para guru dan siswa untuk lebih berkonsentrasi pada proses kegiatan belajar mengajar yang merupakan fungsi inti dari setiap lembaga pendidikan.

Aplikasi IoT dalam pendidikan tidak terbatas dan sudah mulai diterapkan oleh beberapa smart school saat ini. Dalam jangka panjang, memanfaatkan data yang dikumpulkan oleh perangkat IoT dapat membantu meningkatkan keamanan dan memelihara lingkungan belajar bagi siswa. Meskipun perangkat IoT membutuhkan investasi modal awal yang tinggi, di masa depan manfaat yang di dapat akan jauh lebih besar daripada kekurangannya. Hal ini tidak hanya akan membuat proses pembelajaran menjadi lebih baik tetapi juga bisa mengurangi biaya operasional. 

Augmented Reality

Augmented Reality  Mengenal Augmented Reality (AR) dan Kegunaannya yang Dapat Kita Nikmati Pernahkah Anda mendengar teknologi bernama Augmen...