Selasa, 08 September 2020

Apa Itu Internet of Things?

                       Penerapan IoT dalam Pendidikan

Penerapan IoT dalam Pendidikan - Perkembangan dan penggunaan teknologi telah membawa perubahan yang besar pada dunia pendidikan. Revolusi digital telah menghasilkan implementasi internet di dalam sistem sekolah dengan e-learning. IoT menambahkan dimensi lain pada fenomena ini yang nantinya akan mengubah cara proses kegaitan belajar mengajar dengan memberikan pengalaman pendidikan yang lebih efisien dan mendalam. Data yang didapat dari IoT tersebut bisa membantu dalam pelacakan sumber daya untuk membuat rencana siswa yang lebih baik. IoT dapat digunakan secara efektif di lingkungan sekolah menengah dan universitas, di mana para siswa sudah beralih dari buku teks kertas ke e-book. Dengan sistem IoT maka akan membantu mendeteksi keberadaan siswa di dalam kelas, meniadakan kebutuhan untuk mengambil kehadiran secara manual, sehingga bisa lebih menghemat waktu.

Beberapa penerapan IoT dalam bidang pendidikan di bawah ini bisa dilakukan guna meningkatkan kualitas bagi siswa, guru dan sekolah itu sendiri.

Pembelajaran Interaktif

Saat ini proses belajar tidak hanya terbatas pada pembelajaran dengan kombinasi gambar dan teks tetapi bisa lebih dari itu. Banyak buku teks yang telah digabungkan ke situs berbasis web yang menggabungkan silabus, video, animasi tambahan, penilaian, dan materi lainnya untuk membantu proses pembelajaran. Hal itu akan memberikan perspektif yang lebih luas kepada siswa dalam memperoleh pengetahuan tentang hal-hal baru dengan pemahaman dan interaksi yang lebih baik. 

Keamanan

Dalam setiap lembaga pendidikan pasti akan banyak siswa yang kemudian terbagi-bagi lagi dalam sebuah kelas. Dengan banyaknya siswa tersebut tentu akan sangat sulit memantau mereka satu persatu. Selain itu, siswa di lembaga pendidikan lebih rentan terhadap risiko dan membutuhkan keamanan yang cerdas jika dibandingkan dengan populasi di tempat lain. IoT dapat membantu dalam meningkatkan keamanan sekolah, perguruan tinggi, dan pusat pembelajaran lainnya. Dengan bantuan teknologi seperti penentuan posisi 3D, siswa dapat dipantau 24/7 dan kehadiran mereka dapat dilaporkan pada titik waktu tertentu. Pilihan tombol akan adanya marabahaya juga disediakan oleh teknologi ini dengan adanya peringatan alarm jika diperlukan dan dapat menghentikan terjadinya insiden tak terduga.

Aplikasi Pendidikan

Aplikasi pendidikan yang memanfaatkan IoT dapat dianggap sebagai alat kreatif yang kuat dan mengubah cara kegiatan belajar mengajar. Aplikasi ini juga memungkinkan para guru dan siswa untuk membuat buku teks grafik 3D yang menampilkan video dan memberikan kemampuan untuk membuat catatan. Aplikasi pendidikan tersebut menyediakan banyak fitur yang menawarkan pembelajaran yang menarik dalam proses belajar mengajar.

Meningkatkan Efisiensi

Di beberapa sekolah dan perguruan tinggi, banyak waktu yang dihabiskan untuk kegiatan yang menyita waktu dan akhirnya melenceng dari tujuan utama dari lembaga pendidikan itu sendiri. Misalnya dengan mengecek kehadiran siswa yang harus dilakukan beberapa kali dalam sehari. Selain itu, data ini harus dikirim ke kantor pusat untuk tujuan yang berbeda-beda. Adanya IoT akan membantu sistem yang tidak efisien ini. Dengan bantuan perangkat IoT, data ini dapat dikumpulkan dan dikirim ke server kantor pusat secara otomatis. Ini memungkinkan para guru dan siswa untuk lebih berkonsentrasi pada proses kegiatan belajar mengajar yang merupakan fungsi inti dari setiap lembaga pendidikan.

Aplikasi IoT dalam pendidikan tidak terbatas dan sudah mulai diterapkan oleh beberapa smart school saat ini. Dalam jangka panjang, memanfaatkan data yang dikumpulkan oleh perangkat IoT dapat membantu meningkatkan keamanan dan memelihara lingkungan belajar bagi siswa. Meskipun perangkat IoT membutuhkan investasi modal awal yang tinggi, di masa depan manfaat yang di dapat akan jauh lebih besar daripada kekurangannya. Hal ini tidak hanya akan membuat proses pembelajaran menjadi lebih baik tetapi juga bisa mengurangi biaya operasional. 

23 komentar:

  1. Balasan
    1. memang mantap pak kalau IOT sudah secara menyeluruh diterapkan di indonesia, khususnya di provinsi jambi.

      Hapus
  2. terimakasih bu. sangat bermanfaat. tapi dari video yang saya tonton itu menurut saya cakupan nya luas. atau umum. bisa ibu memberika video atau mungkin artikel lain atau penjelasan yang lain, yang lebih fokus lagi pada pendidikan akhususnya penggunaan IOT pada pembelajaran matematika.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trm ksh komentarnya Cristin. Ini artikel IOT di bidang pendidikan.
      https://drive.google.com/file/d/17bCEP3TmkQ_RL1d9W2RzQx1mCfqhlIfW/view?usp=drivesdk

      Hapus
    2. https://youtu.be/aBy7Qbsa07k

      Hapus
  3. Trims infonya buk, semoga Teknologi IOT mampu mengatasi masalah-masalah dalam pembelajaran matematika

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin...semoga IOT bisa digunakan secara menyeluruh di Indonesia.

      Hapus
    2. Menurut ibu apakah diindonesia sdh pantaskah d terapkannya IOT secara menyeluruh??

      Hapus
    3. IoT adalah bagian dari masa depan yang sudah mulai terealisasikan. Perencanaan yang baik akan meminimalisir berbagai risiko yang dihadapi. Indonesia yang sudah mulai beranjak dewasa dalam mengadopsi teknologi kini sudah siap untuk menyambut digitalisasi yang mulai merasuk ke sendi-sendi kehidupan yang lebih dalam. Di beberapa kota di Indonesia sudah menggunakan IOT, seperti dibuatnya Smart City. Pada tahun 2017 ada 25 kota perintis smart city.Untuk memanfaatkan potensi tersebut secara efektif, salah satu strategi yang dilakukan pemerintah adalah melalui Gerakan Menuju 1000 Smart City. Saat ini sebanyak 25 kota dan kabupaten telah menjadi perintis Smart City Indonesia 2017, yaitu: Kota Jambi, Kab. Pelalawan, Kab. Siak, Kab. Banyuasin, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kab. Purwakarta, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Cirebon, Kota Sukabumi, Kab. Sleman, Kota Semarang, Kab. Banyuwangi, Kab. Bojonegoro, Kab. Gresik, Kab. Sidoarjo, Kab. Badung, Kota Singkawang, Kab. Kutai Kartanegara, Kota Samarinda, Kota Makassar, Kota Tomohon, dan Kab. Mimika.

      Hapus
  4. terima kasih atas infonya yang sangat bermanfaat bu

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya Rima, ternyata IOT sangat membantu untuk mempermudah pekerjaan kita dalam kehidupan sehari-hari.

      Hapus
  5. Terimakasih ibu atas video nya semoga apa yg ada di dalam video tersebut bisa cepat terleksana

    BalasHapus
  6. Wah menarik sekali buk..
    Menurut ibu hal positif apa saja yang ibuk rasakan pada penggunaan iot?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hal yang positif yang saya rasakan sangat banyak, pada penggunaan IOT yaitu pada masa pandemi covid-19 sekarang ini pembelajaran bisa dilakukan tanpa harus tatap muka, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Selain itu saya juga bisa mengikuti webinar di daerah mana saja di seluruh indonesia tanpa harus hadir di lokasi acaranya.

      Hapus
  7. Informasi yang sangat bermanfaat pada masa pandemi seperti saat ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya pak Ade, Lajunya penyebaran virus covid-19 yang sampai saat ini masih menjadi kekhawatiran bagi kita semua terkhusus Indonesia, sehingga sangat berdampak bagi kehidupan baik di bidang industri,ekonomi, pendidikan dan teknologi. Salah satu bidang yang berkembang pesat di merebaknya wabah covid-19 ialah teknologi Internet Of Things (IoT). Teknologi IoT berkembang pesat dan cepat di masa pandemi covid-19 karena implementasinya menjadi salah satu alternatif yang efektif digunakan yang hingga saat ini masih diterapkan pada dunia pendidikan, khususnya dalam belajar mengajar agar lebih efektif jika diterapkan sebuah teknologi IoT dalam proses belajar mengajar.Menurut Charmonman (2015), IoT dapat meningkatkan pengalaman pembelajaran kepada peserta didik, dimana para peserta didik di Indonesia umumnya mempunyai smartphone yang dapat di manfaatkan sebagai media pembelajaran.

      Hapus
  8. Luar biasa Bu,, sangat bermanfaat
    Kalau boleh tolong jelaskan buku teks 3D itu seperti apa ya bu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih isnania bantuan jawabannya, mnyambung jawaban dari isnania,bahwa Pengembangan sistem buku elektronik dengan format tiga dimensi saat ini sangat diperlukan untuk lebih mengoptimalkan proses diseminasi karya ilmiah dari hasil penelitian dan konten lokal yang ada di masyarakat sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal. Sehubungan dengan tuntutan tersebut maka telah dilaksanakan Penelitian Pengembangan Framework Database Buku 3 Dimensi yang bertujuan untuk mengembangkan sistem buku elektronik dengan format 3 dimensi secara terintegrasi dengan berbagai format, sehingga dapat mudah diakses darimanapun dan dengan media apapun (komputer, notebook, handphone, IPAD, dan lainnya). Penelitian ini telah menghasilkan framework database buku 3 dimensi yang dapat diaplikasikan di lembaga penelitian, perpustakaan maupun perguruan tinggi.

      Hapus
  9. Meskipun perangkat IoT membutuhkan investasi modal awal yang tinggi, di masa depan manfaat yang di dapat akan jauh lebih besar daripada kekurangannya..... semoga ya ibu akan banyak menerapkan IoT ni

    BalasHapus
    Balasan
    1. Meskipun 4 tahun terakhir pengembangan terhadap teknologi Internet of Things cukup pesat, tetapi perkembangan Internet of Things di Indonesia itu tidak semulus yang dibayangkan. Selain biaya yang tingi, pada awal pengembangan Internet of Things di Indonesia, para developer belum mendapatkan kemudahan secara regulasi. Padahal, dalam konteks teknologi, setiap dua tahun setidaknya terjadi perubahan yang membutuhkan uji coba secara berkala. Namun, nampaknya regulasi di Indonesia belum mendukung fleksibilitas dalam hal administrasi bagi para developer untuk mendapatkan kemudahan uji coba perangkat.

      Menurut Kementrian Komunikasi dan Informatika Indonesia, pada tahun 2017 ada tiga hal yang membuat dilema pada regulator.

      Standar Frekuensi
      Standardisasi perangkat
      TKDN
      Meskipun ada kendala mengenai regulasi, apakah pengembangan Internet of Things di Indonesia lantas terhenti begitu saja?Tentu tidak, pengembangan perangkat Internet of Things di Indonesia terus berjalan yang berfokus pada 5 fungsi:

      Yang pertama adalah tagging (Identifikasi). Fungsi tagging untuk mengidentifikasi suatu aktivitas ini memiliki tujuan untuk mengumpulkan data aktivitas atau transaksi.

      Fokus kedua adalah monitoring. Setelah aktifitas di identifikasi, monitoring bertujuan untuk memantau apakah terdapat aktivitas tidak biasa yang dikirim oleh tagging.

      Ketiga adalah tracking. Tracking berfungsi untuk melacak lokasi.

      Fungsi keempat yaitu kontrol. Perangkat IoT yang memiliki fungsi kontrol bertujuan untuk memberikan hasil dari aktivitas-aktivitas atau data yang konsisten.

      Terakhir adalah analisis. Tentunya fungsi analisis bertujuan untuk memberikan informasi yang dapat dipahami dari aktivitas atau data yang didapat.

      Lima fungsi di atas merupakan hal yang paling mendasar pada perangkat IoT. Apalagi, di tahun 2019 gencar akan gerakan industri 4.0. Tentu saja permintaan akan produk IoT akan semakin besar. Jadi, lima fungsi tersebut dapat sebagai patokan untuk pengembang dapat terus berinovasi. Akan lebih hebat jika developer dapat memperluas fungsi IoT.

      Hapus
  10. Ingin membantu menanggapi pertanyaan dari Halimatus sa'adiah ,,untuk buku teks 3D itu bentuknya adalah sebuah file buku dalam bntuk lembaran seperti buku namun visualisasinya akan tampak seperti buku asli walaupun sebenernya buku iti ada di dalam file yang bisa kita buka di laptop. .bisa Diah liat contoh aplikasinya yaitu 3D pageflip professional... .

    BalasHapus
  11. Assalamualaikum, Ibu.. di artikel terdapat manfaat IoT membuat pembelajaran interaktif, lalu bagaimana caranya membuat pembelajaran bisa menjadi lebih interaktif tersebut?

    BalasHapus

Augmented Reality

Augmented Reality  Mengenal Augmented Reality (AR) dan Kegunaannya yang Dapat Kita Nikmati Pernahkah Anda mendengar teknologi bernama Augmen...